Cara Riset Keyword Terbukti Ampuh

Riset keyword adalah istilah umum yang digunakan ketika sedang mencari alternatif judul pada topik bahasan yang akan kita tulis dalam bentuk artikel. Analisis suatu kata untuk kita masukkan atau sisipkan dalam judul maupun isi dalam artikel yang akan kita tulis menjadi penting karena sejalan dengan tujuan kita untuk dapat meningkatkan traffic dan peringkat di mesin pencarian seperti google maupun mesin pencarian lainnya.

Jenis Keyword
Terdapat banyak jenis keyword yang ada. 4 diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Short tail keyword
Short tail keyword adalah kata kunci yang pada umumnya hanya terdiri dari satu atau dua kata saja. Misalnya seperti ini :

Android
Smarphone
Android Murah
Smartphone Terbaru
dll.
Jenis keyword seperti ini biasanya mempunyai tingkat persaingan yang sangat tinggi.

2. Long tail keyword
Long tail keyword merupakan versi panjang dari short tail keyword. Contohnya seperti ini:

Daftar Smarphone Android Paling Keren
Smartphone Android Samsung Terbaik
dll.
Jika Anda masih pemula maka long tail keyword jelas lebih direkomendasikan karena tingkat persaingan yang cenderung lebih rendah dan memudahkan Anda untuk menguasai posisi teratas mesin pencari.

Kekurangan dari long tail keyword adalah trafik yang didapatkan tidak sebanyak short tail keyword. Selain itu juga cukup sulit untuk menemukan long tail keyword yang benar-benar bagus.

3. Keyword abadi
Keyword abadi adalah sebuah kata kunci yang selalu digunakan orang untuk mencari informasi pada mesin pencari dan tidak akan basi ditelan zaman.

Contohnya kata kunci berikut ini:

“Cara menyembuhkan sakit kepala”

Kata kunci tersebut termasuk kata kunci abadi karena semua orang pasti mengalami yang namanya sakit kepala.

4. Keyword musiman
Keyword musiman adalah kebalikan dari keyword abadi, yaitu keyword yang bersifat musiman atau hanya populer sesaat.

Contohnya kata kunci berikut ini:

“Hasil pertandingan Real Madrid vs Juventus”


Manfaat dari research keyword adalah untuk dapat memudahkan artikel anda untuk dapat sesuai dengan apa yang banyak orang cari sehingga artikel anda dapat lebih cepat naik pada posisi atas dari pencarian google dan traffic web anda semakin banyak.

Terdapat banyak cara yang dilakukan orang untuk mencari keyword ini diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Google Adwords: Keyword Planner
Google Adwords: Keyword Planner dapat anda gunakan untuk mencari peringkat pencarian suatu kata dalam mesin pencari google. Namun saat ini keyword planner dapat didapatkan dengan cara membayar.

2. Kotak Pencarian Google
Anda dapat menggunakan kotak pencarian di google untuk dapat melihat kata dan kalimat yang mungkin banyak di cari orang.

3. List Saran Google
List saran kalimat pencarian di google berada pada bagian bawah halaman google setelah anda selesai meng enter kata yang anda tulis atau cari pada kotak pencarian. Sy pribadi lebih memilih list saran ini dibanding saran yang muncul pada kotak pencarian google.

4. Pengalaman Pribadi
Bagi saya pribadi, cara ini adalah yang paling sering saya gunakan. Caranya yaitu anda posisikan diri sebagai orang lain yang sedang ingin mencari topik yang akan anda tulis. Bayangkan dan rasakan seandainya anda menjadi orang tersebut, kata atau kalimat apa yang akan anda cari? tentu akan bervariasi tergantung masing-masing pengetahuan seseorang tetapi anda dapat menggabungkan beberapa kemungkinan kata kunci menjadi satu judul artikel.

5. Ubersuggest
Ubersuggest digunakan sebagai komplemen untuk menemukan long tail keyword.


Selanjutkan akan saya uraikan cara riset keyword menggunakan Google Adwords: Keyword Planner dan Ubersuggest. Anda dapat menggunakan Google AdWords: Keyword Planner saja, namun keyword yang dihasilkan kurang bervariasi sehingga Ubersuggest adalah sebagai komplemen untuk menemukan long tail keyword.

Selain Ubbersuggest masih ada beberapa tools lain yang serupa yang tidak kalah bagus, seperti:
  1. http://keywordshitter.com
  2. http://keywordtool.io

Google Adwords: Keyword Planner adalah untuk menganalisis jumlah pencarian dan juga tingkat persaingan pengiklan AdWords (cocok untuk yang ingin menghasilkan uang dari Google AdSense).

Langkah Pertama: Mencari bibit keyword
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari bibit keyword yang berhubungan dengan topik blog Anda.

Benih keyword adalah keyword yang akan kita gunakan untuk menemukan keyword-keyword yang lain atau sering disebut sebagai keyword turunan.

Umumnya benih keyword terdiri dari satu atau dua kata saja, jadi termasuk dalam kategori short tail keyword.

Untuk mencari benih keyword Anda bisa menggunakan insting. Pikirkan kira-kira kata kunci apa saja yang berhubungan dengan topik blog atau website Anda.

Misalnya jika blog Anda membahas Teknologi, maka benih keyword-nya bisa seperti:
  • Komputer
  • Software
  • Internet
  • Gadget
  • dll.
Langkah Kedua: Mencari long tail keyword
Jika Anda sudah menemukan daftar benih keyword, sekarang saatnya menggunakan benih-benih keyword tersebut untuk menemukan keyword turunan berupa long tail keyword. Lngkahnya:

1. Pergi ke http://ubersuggest.org

2. Masukan kata kunci apa saja yang menurut Anda berhubungan dengan topik blog Anda.
  • Masukan kata kunci. Dalam hal ini contohnya “Android“
  • Pilih bahasa. Dalam hal ini contohnya “Indonesian“
  • Klik Suggest

3. Setelah itu akan muncul daftar keyword yang berkaitan dengan “Android”

4. Karena daftar keyword-nya masih terdiri dua sampai tiga kata saja, Anda bisa klik daftar keyword yang tampil di situ, nanti ubersuggest akan otomatis mencari daftar keyword turunan yang lain.

5. Jika sudah, klik  “Select All Keywords”

6. Klik “Get”

7. Copy semua keyword dan simpan di komputer Anda dalam bentuk  file .txt


Langkah Ketiga: Menganalisis Jumlah Pencarian Keyword
Langkah selanjutnya adalah menganalisis jumah pencarian di mesin pencari dari keyword-keyword yang sudah kita dapatkan dari Ubersuggest.

Hal yang paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan Google AdWords Keyword Planner.

Caranya:

1. Masuk ke Google Adwords: Keyword Planner 

Menganalisis daftar keyword

Klik “Get search volume data and trends“
Upload file keyword yang sudah Anda simpan sebelumnya
Klik “Get search volume”
2. Klik “Download”

3. Pilih format file .CSV dan klik Download

4. Buka file CSV yang sudah didownload setelah itu silakan bisa dipilih-pilih mana kata kunci yang paling bagus berdasarkan jumlah pencarian yang Anda inginkan.

Perlu diketahui bahwa data-data yang ditampilkan dari Google Keywords Planner tidaklah 100% akurat. Jika di situ tertulis jumlah pencarian perbulan 1000, maka bukan jaminan blog Anda akan mendapatkan 1000 visitor perbulan jika berada di posisi 1 Google. Bisa lebih banyak dan juga bisa lebih sedikit.

Langkah Keempat: Menganalisis tingkat persaingan
Hal yang tidak kalah penting tentunya menganalisis tingkat persaingan di mesin pencari google sesusai dengan tingkat kemampuan SEO yang kita miliki. Untuk yang satu ini kita bisa melakukannya secara manual.

Data tingkat persaingan yang ada di Google AdWords Keyword Planner adalah persaingan pengiklan di AdWords bukan persaingan di mesin pencari Google.

Untuk cara menganalisis tingkat persaingan Anda bisa memanfaatkan Extensi browser seperti SEOQuake atau MozBar.

Nah dengan menggunakan extensi browser seperti SEOQuake, kita bisa melihat PR, Backlink, ranking alexa, dll. dari web-web yang muncul pada SERP atau halaman hasil pencarian.

Anda bisa menilai tingkat persaingan berdasarkan dari Jumlah hasil pencarian, pagerank, rangking alexa, jumlah index, dll.

Beberapa tips yang bisa saya berikan adalah :
  1. Jangan pilih keyword yang memiliki jumlah hasil pencarian di atas satu juta.
  2. Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web otoriatas, contohnya: Wikipedia
  3. Jangan pilih keyword yang dikuasi oleh web-web dengan pagerank di atas 5
  4. Jangan pilih keyword yang dikuasai oleh web-web dengan page authority dan domain authority di atas 50 (gunakan Extensi MozBar) dan lain sebagainya
  5. Langkah Kelima: Mengeksekusi Keyword

Setelah anda mengetahui keyword dari topik yang akan anda buat dalam bentuk artikel blog, maka tempatkan keyword tersebut pada judul artikel anda dan juga pada paragraf pertama artikel anda.

Apabila ada cari lain dalam mencari keyword dan juga hal-hal terkait lainnya yang saya ketahui kemudian, maka saya akan updatekan artikel ini untuk anda. Semoga bermanfaat. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel